WWW.CIANJUR-ONLINE.COM :: CIANJUR COMMUNITY OFFICIAL SITE
Daftar forum members berupa artikel atau pesan pendek berikut isi komentarnya.
KATAGORI
DETAIL FORUM
Apr 28, 2008, Dibaca : 887 Kali Share
Dahsyat! Mungkin kata inilah yang tepat untuk mengganbarkan bagaimana pesatnya pertumbuhan pengguna blog di tanah air. Bagaiman tidak. Tiap tahun jumlahnya terus meningkat secara signifikan. Tahun lalu saja, jumlah blogger –sebutan untuk pemilik blog- yang aktif tercatat 130 orang. Angka ini bahkan diprediksi akan mencapai 1 juta  orang pada tahun 2008. Sampai akhir Desember 2007, situs pelacak blog technocrati.com mencatat ada 117 juta blog di seluruh dunia. Tak heran jika Indonesia, kususnya Jakarta, menjadi empat kota Asia dalam ”Blog Belt ” dunia selain Beijing, Singapura,  dan Mumbai. Ini cukup mengejutkan. Dengan kondisi infrastuktur internet yang belum bagus, Jakarta mampu menyodok ke dalam 30 kota di dunia yang memiliki lalu lintas posting dan komentar blog terbesar.

Harus diakui blogging alias ngeblog telah menjadi sebuah fenomena baru yang unik. Tumbuh dengan sangat pesat tanpa mengenal umur dan strata sosial. Blog seolah menjadi kanal ajaib yang membuat dunia semakin tanpa batas, tanpa sekat. Seseorang yang bukan siapa-siapa dapat dikenal luas di seantero jagat berkat tulisannya di blog.

 

KEBEBASAN BEREKSPRESI 

Awalnya, blog merupakan catatan dan komentar pribadi atau sekelompok orang secara terbuka di internet. Pertumbuhan blog semakin pesat seiring dengan meluasnya fasilitas di internet. Banyak perusahaan online memberikan ruang gratis bagi para anggotanya untuk membuat situs. Setelah itu peminat blog meluas, tidak hanya individual, tapi juga merambah ke perusahaan-perusahaan besar. Isinya juga beragam. Mulai dari catatan harian sampai kolom opini tentang peristiwa aktual.

Maraknya pengguna blog, tidak bisa lepas dari faktor sosiokultular masyarakat Indonesia. Tidak ada yang menyangkal, salah satu ciri yang menonjol pada masyarakat kita adalah keinginan untuk bisa bersosialisasi. Interaksi mereka biasanya dilakukan secara langsung atau face to face. Ketiak zaman berjalan  dan teknologi berkembang, internet memberi ruang untuk melakukan ajang sosialisasi, yang lebih dari leluasa, tidak terbatas ruang dan waktu.

     Lewat internet juga, muncul keinginan untuk meluapkan kebebasan berekspresi di dunia maya. Secara tidak langsung sebenarnya ikut menggeser budaya masyarakat ke arah individualis. Maka mulailah keluar beragam karya. Salah satunya berupa tulisan melalui blog. Ada juga yang berisi agenda harian. ” Jika sebelumnya cenderung bersifat privat, namun kini sebagian masyarakat justru menjadi tidak sungkan untuk mempublikasi diary-nya ke publik,” ujar Indra KH, pengamat IT.

 
CITIZEN JOURNALISM


Dalam perkembangannya, fenomena blog ini akan mendorong munculnya apa yang dikenal dengan citizen journalism. Tiap orang kelak akan bisa menjadi penulis atau wartawan. Kenapa demikian? Mereka tidak lagi terikat dengan rumus baku jurnalistik 5W + 1H ( Who, What,Why, When, Where +How ). Dengan hanya menggunakan 3W, misalnya, sudah cukup untuk membuat sebuah berita menarik dengan gaya bahasa yang sederhana. Yang jelas cara ini memungkinkan banyak orang bias melakukannya.

 
Pendapat serupa dikemukakan oleh blogger senior Wimar Witoelar ( www.perspektif.net ). Menurut Wimar, seorang penulis tidak lagi dianggap paling tahu. Pendapatnya bisa dikritisi oleh siapapun. ” Lewat Blog inilah akan tercipta citizen journalism, dimana setiap orang bebas berpendapat,” ujarnya. Apalagi, tambahanya, sistem politik Indonesia selama bertahun-tahun melarang rakyat untuk bersikap jujur. ” Namun lewat blog mereka bisa menuliskan perasaan, pandangan dan sikap secara jujur,”katanya

 

BERLEBIHAN 

Di tengah pesatnya pertumbuhan komunitas blogger ini, kritikan keras justru dilontarkan oleh Pakar Komunitas dan Multimedia, Roy Suryo. Roy bilang, fenomena glog yang terjadi saat ini terlalu dilebih-lebihkan. Ia mengibaratkan para blogger adalah orang-orang yang baru mengenal kebebasan. Sehingga terkesan begitu mendewa-dewakan blog. ”Mereka bisa ngomong seenaknya. Bahkan tidak jarang mereka tidak memandang etika, budi pekerti dan moral,” ujar Roy.

Roy tidak menampik masih banyak nama blogger yang menghasilkan tulisan yang bermanfaat. Sebut saja Wimar Witoelar, Maylaffaza, dan Juwono Sudarsono. Mereka membagi ilmu dan pengalaman sesuai dengan keahlian mereka. Meski begitu, keberadaan mereka tenggelam oleh blogger baru yang kerap menyajikan tulisan tak bermutu. Saya sama sekali tidak kagum dengan blog.

 
Sumber : Majalah Telkomsel Priority

© 2006-2008 Cianjur Online
about us - services - site map
Halaman http://www.cianjur-online.com/members/Budaya-Baru-Dunia-Maya-detail-artikel.html Dikunjungi 1 kali pada 09 February 2012 05:06:40