“Sebaik-baiknya manusia ialah orang yang bermanfaat bagi orang lain”
“Sebaik-baiknya manusia diantara kamu ialah orang yang umurnya panjang dan banyak amal kebajikannya”
RASULULLAH SAW pernah ditanya oleh seorang sahabat, “Wahai Rasulullah, bagaimana criteria orang yang baik itu ?” Rasulullah menjawab, “Sebaik-baiknya manusia ialah orang bermanfaat bagi orang lain”. Jika ia hartawan, hartanya tidak dinikmati sendiri, tapi juga dinikmati pula oleh tetangga, sanak family dan didermakan untuk kepentingan masyarakat dan agama. Itulah ciri-ciri orang yang baik. Jika berilmu, ilmunya dimanfaatkan untuk kepentingan orang banyak.
Jika berpangkat, dijadikannya sebagai tempat bernaung orang-orang yang saleh disekitarnya. Jika tanda tangannya berharga, maka digunakan untuk masyarakat dan agama, tidak hanya mementingkan diri dan golongannya sendiri, apalagi dijadikan alat untuk menyingkirkan orang-orang yang tidak disukainya (balas dendam).
Pokoknya segala kemampuan dan potensi hidupnya dapat dinikmati orang lain. Dengan kata lain adalah orang yang dapat memfungsikan dirinya ditengah masyarakat dan bermanfaat bagi kebaikan agama dan ummat.
RASULULLAH SAW pernah ditanya “Wahai Rasulullah! Orang yang paling baik itu yang bagaimana?” Rasul Menjawab : “Sebaik-baiknya diantara kamu ialah orang yang umurnya panjang dan banyak amal kebajikannya”.
Kalau ada orang yang amalnya baik tapi umurnya pendek, masyarakat akan merasa kehilangan. Rasulullah juga mengatakan “Seburuk-buruknya manusia yaitu mereka yang umurnya panjang tapi jelek perbuatannya”.
Secara lahiriah, kita semua sependapat untuk hidup sehat, harus hidup teratur, makan yang bergizi serta menjaga kondisi dengan berolahraga yang teratur.
Secara spiritual orang yang ingin panjang umur ada dua resepnya :
Suka bersedekah, yakni melepaskan sebagian hartanya dijalan Allah SWT untuk kepentingan masyarakat, anak yatim, fakir miskin, ataupun untuk kepentingan agama.
- Suka Silaturahmi. Silah berarti hubungan dan rahmi berarti kasih saying. Jadi suka berangrabkan hubungan kasih sayang dengan sesame, saling kunjung atau saling kirim salam.
Sumber : Uswah dan PUSDAI JABAR