Wahai manusia! Aku heran pada orang yang yakin akan kematian, tapi ia hidup bersuka ria. Aku heran pada orang yang yakin akan adanya alam akherat, tapi ia menjalani kehidupan dengan bersantai-santai. Wahai manusia! Hingga kapankah engkau akan sadar? Susah payah engkau membangun dunia, padahal dunia ini akan binasa. Engkau hancurkan akhirat padahal akhirat itu akan kekal selamanya.
Wahai manusia! Katahuilah bahwa apa yang engkau bangun itu kahirnya akan hancur. Usiamu akan habis. Ragamu akan ditimbuni tanah. Temanmu hanyalah amal solehmu.
Sampai kapankah engkau kufur kepada-KU, padahal AKU tidak pernah berbuat aniaya pada para hamba? Sampai kapankah engkau meremehkan kitab-KU, padahal AKU tidak pernah memberi beban kewajiban melebihi kemampuanmu!
Wahai manusia! Bersungguh-sungguhlah dalam beramal, karena jembatan yang kau lewati amat halus. Ikhlaslah dalam beramal, karena Sang Pengawas maha melihat.
Wahai manusia! Betapa banyak lampu padam oleh hembusan angin. Betapa banyak orang yang sehat celaka karena kesehatannya. Betapa banyak orang miskin celaka karena kefakirannya.
Wahai manusia! Mengapa angan-anganmu masih juga membumbung tinggi, padahal ALLAH telah menjamin rezekimu! Mengapa engkau masih kikir juga, padahal engkau tahu ganti itu dari ALLAH!
Jika engkau diberi rezeki, janganlah engkau lihat pada kecilnya rezeki itu, tapi lihatlah pada siapa yang memberi rezeki.
Barang siapa yang susah karena urusan dunia, sama saja ia marah kepada-KU.
Wahai manusia! Jika engkau tahu bahwa segala sesuatu ini terjadi karena suratan takdir-KU, mengapa engkau masih gundah gulana?
Barang siapa yang menerima dengan hati lapang atas segala pemberian-KU, AKU akan memberkati rezekinya dan akan menuangkan harta yang berlimpah ruah, meski dia tidak pernah mendambakan.
Jika hamba-KU patuh dan menerima atas segala keputusan-KU, maka AKU memberikan kemudahan atas segala urusannya dan mengukuhkan kekuatannya serta melapangkan dadanya.
Wahai manusia! Harta kekayaan yang tidak dizakati, bagaikan orang yang membuat garam diatas batu pedas yang licin.
Barang siapa yang merendahkan orang miskin, maka ia sungguh menantang perang kepada-KU
Wahai manusia! Ilmu yang tak membuahkan perbuatan laksana petir dan guntur yang tak membawa hujan.
(Hadits Qudsi-Imam Ghazali) dalam : Bulletin Tafakur