Jul 23, 2007, Dibaca : 1411 Kali
Share
Nama nama tempat di cianjur muncul sebagian ketika Bupati Pertama Cianjur R. Aria Wiramanggala atau Dalem Tarik Kolot yang pada waktu itu masih di cibalagung mendapat petunjuk untuk membuka lokasi pemerintahan cianjur yang baru yang berdekatan dengan Pangguyangan Badak Putih (pemandian Badak Putih).
Sebagai langkah pertama Dalem Tarik Kolot melakukan perjalanan kearah utara dan membuka sebuah tempat yang diberi nama kampung muka yang berarti membuka atau depan. Saat ini kampong tersebut lebih dikenal dengan daerah muka.
Dari sana Dalem Tarik Kolot melakukan perjalanan lagi kearah utara dan membuka jalan yang diberi nama sayang heulang (sarang burung elang), nama tersebut muncul karena pada saat itu banyak burung elang disekitar tempat itu.
Pencarian lokasi pemerintahan masih terus dilakukan, dan untuk mempermudah pencarian Dalem Tarik Kolot berinisiatif mencari tempat yang lebih tinggi agar lokasi tempat pangguyangan badak putih dan tempat sekitarnya dapat dilihat dalam sebuah dataran. Setelah tempat yang dimaksud diketemukan kemudan Dalem Tarik Kolot memberi nama lokasi tersebut Panembong (panembongan atau kelihatan)
Kemudian Dalem kembali lagi menuju timur dan beristirahat disana beserta pasukannya dengan menggelar tempat untuk beristirahat dan dikenal lah tempat tersebut sebagai kampung gelar. Keesokan harinya Dalem dan pasukannya bersih-bersih dengan mandi di sebuah sungai yang sekarang disebut sungai cianjur, karena suhu cianjur pada waktu itu dingin sekali, sehingga setelah mandi beliau dan pasukan berjemur untuk menghangatkan diri, kampung tersebut dikenalah dengan kampung pamoyanan, tetapi versi lain untuk pamoyanan ini menyebutkan bahwa dahulu banyak harimau yang berjemur disekitar sana.
Di Pamoyanan itulah Dalem Tarik Kolot mendirikan tempat pemerintahan cianjur yang baru. Pendopo Cianjur sendiri dibangun pertama kali pada jaman pemerintahan R.A. Astra Manggala.
Silsilah lainnya :
Selakopi karena pada waktu itu banyak bunga putih, ternyata bunga itu adalah bunga kopi, maka dikenalah lokasi tersebut menjadi selakopi
Aria Cikondang dulunya sering disebut kampung banjar karena dikampung tersebut banyak orang-orang banjar (Kalimantan) yang dibawa oleh Pangeran Hidayatullah.