20080926011641, Dibaca : 1615 Kali
Share
Lebaran tahun 2008 sudah semakin dekat. Rencana-rencana menjelang lebaran sudah saya susun beberapa hari yang lalu. Belanja beraneka ragam kue sudah saya lakukan. Baju baru untuk mamah dan papah pun tak luput pula. Kini tinggal apa lagi? Tentu saja tinggal menunggu kapan tiba saatnya mudik lebaran.
Sudah menjadi tradisi bagi seorang yang mencari rizki di kota besar seperti saya. Acara lebaran merupakan kesempatan baik untuk bertemu dengan sanak saudara di kampung halaman. Sayang sekali kalau moment ini dilewatkan begitu saja. Saya sendiri paling-paling hanya setahun sekali pulang kampung. Jarak yang lumayan jauh antara Jakarta, Kemayoran –Cianjur Selatan, Batukasur yang membuat saya jarang pulang kampung. Perjalanan yang ditempuh memakan banyak waktu. Apalagi jarang ada libur panjang. Kalau hanya libur 1-2 hari saja saya memilih tidak pulang. Hanya capek di jalan. Lebih baik saya isi dengan kegiatan yang bermanfaat di Jakarta.
JALAN BERLUBANG N BEBATUAN BERSERAKAN
Selama perjalanan mudik lebaran pasti banyak suka-duka yang Saya rasakan. Salah satunya yang tidak saya sukai adalah jalan berlubang dan bebatuan berserakan. Saya sudah begitu hafal daerah-daerah mana yang jalannya tidak rata. Saya paling sedih kalau lewat jalan di daerah Cianjur Selatan, terutama mulai dari Sukanagara sampai dengan Batukasur. Lewat daerah itu harus ekstra hati-hati, karena kondisi jalan yang sangat buruk banyak berlubang dan bebatuan berserakan, karena aspalnya mengelupas. Sudah bertahun-tahun jalan dalam kondisi seperti itu. Padahal daerah lain sudah melakukan perbaikan dan pelebaran jalan. Entahlah, aparat sepertinya tidak mau tahu sehingga jalan itu dibiarkan begitu saja.
Semoga perjalanan mudik kali ini lancar-lancar saja baik berangkat maupun sampai tiba dirumah.
Mudik bagi saya adalah ajang melepas kangen sama orang tua, saudara, temen-temen dulu dll. Walau dapat dilakukan dengan telepon tetep saja kalau belum ketemuan belum afdol.
Selamat mudik