20080316030913, Dibaca : 2436 Kali
Share
KEGIATAN KERJA KOLABORASI
Kegiatan kolaborasi pemberdayaan masyarakat dalam menangani masalah pengangguran dan kemiskinan secara besaran terbagi menjadi dua tahapan kegiatan yaitu tahap persiapan dan pelaksanaan.
1. Tahap Pertama Persiapan dan pembekalan SDM
2. Tahap Pengembangan dan pengadaan SDA dan IPTEK
3. Tahap Promosi dan publikasi semua potensi SDA dan hasil produk industri daerah
1. Tahap pertama Persiapan dan pembekalan SDM
Mendirikan Work Shop Korlap yang berpungsi :
" Perpustakaan Umum
" Pusat Kegiatan Pelatihan,Pembinaan dan Penyuluhan
" Pusat Informasi,Komunikasi Kerja dan Usaha
" Pusat Kegiatan pengembangan diri
" Pusat Sosialisasi dan Kordinasi kegiatan
" Pusat pamer hasil kerajinan dan kegiatan usaha masyarakat
" Pusat kegiatan kepemudaan dan olahraga
" Pusat riset penelitian pengembangan dan pembangunan Desa
" Pusat informasi potensi alam dan pariwisata daerah setempat
" Tempat kegiatan pelatihan keterampilan kerja
" Tempat kegiatan bakti social untuk membantu Anak yatim dan Anak terlantar
" Tempat kegiatan bakti social untuk membantu Penyandang cacat fisik dan mental
" Tempat kegiatan bakti social untuk membantu para Manula
Peralatan yang di butuhkan
1. Tempat kegiatan / Workshop
2. Peralatan pelaksanaan kegiatan keterampilan
3. Peralatan penunjang :
- Spanduk dan rambu-rambu kegiatan kerja
- Neon Sign Lokasi Base Camp
- T-Shirt,Topi dan Jaket rompi Lapangan
- Peralatan Transportasi
- Perangkat alat-alat pertolongan penanggulangan bencana alam
- Buku-buku Ilmu pengetahuan dan keterampilan
- Peralatan kursi,meja white board
2. Tahap Pengembangan dan pengadaan SDA dan IPTEK
Susunan kegiatan kerja tahap kedua pemanpaatan sumber daya alam sbb :
" Proyek percontohan usaha industri Tani Tambak Udang dan hasil laut
" Proyek percontohan usaha Industri Kelapa terpadu
" Proyek percontohan pembuatan mesin-mesin Teknologi tepat guna
" Proyek percontohan Industri Pariwisata
" Proyek percontohan penanaman dan pengolahan pohon biji jarak
Diharapkan dengan di dirikannya proyek-proyek percontohan tersebut selain sebagai sarana praktek pelatihan kerja dan usaha bagi masyarakat, juga bisa andil dalam menghidupkan perekonomian guna mensejahtrakan rakyat setempat menuju pengembangan dan pembangunan daerah atau kecamatan.
3. Tahap promosi dan publikasi semua potensi SDA dan hasil produk industri daerah
Susunan Program Kegiatan kerja tahap Akhir :
Program kegiatan kerja tahap Akhir adalah adalah siklus dari kegiatan kerja tahap kedua dengan Pembanguanan Kecamatan menuju pertumbuhan ekonomi, pariwisata, Investasi dan pengembangan sector riil.
Perencanaan progam pembangunan Kecamatan , akan disesuaikan dengan kondisi dan situasi, serta tuntutan kebutuhan masyarakat juga kemampuan yang dimiliki, dilandasi semangat demokratisasi, transparansi, berkeadilan, efisien, terbebas dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme.
Dengan demikian, permasalahan-permasalahan yang mengemuka dapat di pecahkan secara gradual dengan penyusunan kebijakan bersifat incremental dan bukan radikal. Namun tetap dalam penyelesaiannya menyentuh kepada persoalan-persoalan substansial yang dihadapi pemerintah daerah dan masyarakat. Selain itu prinsip obyektifitas dan rasionalitas, transparan, efisien, efektif baik dalam tahapan perencanaan program maupun pelaksanaannya, harus menjadi pegangan semua pihak.
ANGGARAN BIAYA
1. Workshop Inkubator Rp. 340.000.000,-
2. Sumbangan untuk kegiatan kemanusiaan dan social Rp. 300.000.000,-
3. Biaya Rehabilitasi sarana umum dan kesehatan Rp. 500.000.000,-
4. Usaha Padat Karya Industri Kelapa Terpadu
a. pengolahan minyak VCO Rp.
b. pengolahan nata de coco Rp.
c. pengolahan arang tempurung Rp
d. pengolahan sabut kelapa Rp.
Total Rp.
5. Work Shop Rekayasa Mesin-mesin Tepat guna Rp. 750.000.000,-
6. Usaha Padat Karya Pengolahan Gaplek/Cassava Chips Rp. 200.000.000,-
Penanaman ketela pohon
7. Pengembangan sector Pariwisata Rp. 400.000.000,-
8. Pengembangan sector perikanan laut/nelayan Rp. 300.000.000,-
9. Biaya oprasional kegiatan kerja Rp. 150.000.000,-
Jumlah Total Rp. 4.130.000.000,-
2. Perincian biaya
a. Anggaran biaya kegiatan kerja tahap awal
Anggaran Biaya Program Kegiatan Kerja pada tahap pertama adalah pengadaan sarana dan pra sarana kegiatan kerja untuk melaksanakan pelatihan keterampilan, peningkatan dan pengembangan kerja,rinciannya sbb :
A. Sarana dan Prasarana kegiatan Pelatihan,Pembinaan,Penyuluhan dan Pengembangan :
a. Persiapan Kegiatan 10.000.000,-
b. Sewa Tempat 2 tahun 25.000.000,-
c. Pendirian Bangunan Base Camp 75.000.000,-
d. Alat-alat kantor kesekretariatan 20.000.000,-
e. Alat-alat pelatihan Pertanian 10.000.000,-
f. Alat-alat pelatihan Perkebunan 10.000.000,-
g. Alat-alat pelatihan Perikanan 10.000.000,-
h. Alat-alat pelatihan Pertukangan/furniture 10.000.000,-
i. Alat-alat pelatihan Tata Boga 5.000.000,-
j. Alat-alat pelatihan Perbengkelan Otomotif 10.000.000,-
k. Alat-alat pelatihan Perbengkelan Las Bubut 15.000.000,-
l. Alat-alat pelatihan Listrik dan Elektronik 10.000.000,-
m. Alat-alat pelatihan Menjahit 10.000.000,-
n. Alat-alat pelatihan Komputer 15.000.000,-
o. Perangkat Komunikasi dan Sosialisasi/Studi radio penyiaran 20.000.000,-
p. Alat-alat pelatihan sablon/percetakan 10.000.000,-
q. Peralatan untuk ruang pamer produk setempat 15.000.000,-
r. Peralatan Kegiatan Pembinaan Olahraga 5.000.000,-
s. Peralatan Perpustakaan Umum 5.000.000,-
t. Peralatan Peraga Pembinaan Kerja dan Usaha 25.000.000.-
u. Peralatan Penunjang Kegiatan Lainnya 10.000.000,-
v. Transfortasi dan akomodasi 15.000.000,-
Jumlah Rp. 340.000.000,-
Pendirian pusat Pelatihan dan pembinaan keterampilan tersebut di atas akan bisa meningkatkan potensi sumber daya manusia dalam persiapan pemberdayaan masyarakat :
" Terciptanya tenaga-tenaga terampil yang siap kerja melalui pelatihan keterampilan.
" Tersedianya angkatan kerja siap pakai
" Terlaksananya penanggulangan pengangguran
" Meningkatnya jumlah tenaga kerja non formal
" Terciptanya pemerataan lapangan kerja dan usaha
" Menurunnya jumlah penganggur terbuka dan setengah penganggur
" Terlaksananya publikasi, komunikasi, informasi, dan edukasi, serta konseling dan
kampanye anti eksploitasi, perdagangan perempuan dan anak, serta kekerasan
B. Sumbangan untuk kegiatan kemanusiaan dan social 300.000.000,-
Sumbangan ini merupakan bantuan social dari para donatur dan dermawan yang akan
di sampaikan Melalui komppak secara simultan kepada yang berhak yaitu :
Anak yatim,penyandang cacat fisik dan mental,para lansia dan keluarga
miskin.Sumbangan ini di harapkan bisa membantu untuk :
" Peningkatan cakupan pelayanan kesehatan terutama dalam rangka peningkatan status gizi ibu
dan anak terutama pada keluarga pra-sejahtera
" Terlaksananya penanggulangan kemiskinan
" Penataan pola hidup masyarakat demi tercapainya masyarakat sejahtera
" Menurunnya jumlah angkatan kerja usia sekolah
" Terrbinanya anak-anak yang terdiri dari anak yatim,anak terlantar,anak cacat dan anak nakal, serta terlayaninya lanjut usia terlantar;
" Terehabilitasinya penyandang cacat, tuna sosial, dan korban bencana alam.
C. Biaya Rehabilitasi sarana umum dan kesehatan 500.000.000,-
Bantuan ini merupakan bantuan fisik untuk perbaikan dan bila perlu pendirian saran
umum bagi masyarakat al :
1. Tempat Ibadah
2. Madrasah dan sekolah
3. Sarana jalan desa dan jembatan
4. MCK dan pemandian umum
5. Dan sarana umum lainnya
D. Biaya oprasional kegiatan kerja 150.000.000,-
Jumlah Rp. 650.000.000,-
b. Anggaran biaya kegiatan kerja tahap kedua
A. Sarana kegiatan Usaha Padat Karya Industri Kelapa Terpadu :
1. Industri Kelapa Terpadu Minyak VCO (Virgin Coconat Oil) : 315.000.000,-
2. Industri Kelapa Terpadu Carbon Actif (Arang Batok) : 230.000.000,-
3. Industri Kelapa Terpadu Nata de Coco (Manisan kelapa) : 120.000.000,-
4. Industri Kelapa Terpadu Fiber Coco (Sabut kelapa) : 140.000.000,-
5. Industri Kelapa Terpadu Coco Coir (Gabus kelapa) : 185.000.000,-
6. Industri Kelapa Terpadu Santan Kelapa : 200.000.000,-
Jumlah Rp. 1.190.000.000,-
Pendirian Usaha kelapa terpadu tersebut di proyeksikan untuk kegiatan usaha masyarakat yang
selanjutnya bisa membantu mereka dalam hal :
" Tersedianya Lapangan kerja baru dalam industri kelapa terpadu
" Terlaksananya pemerataan pendapatan dan kesejahtraan ekonomi masyarakat
" Meningkatkan perluasan lapangan kerja
" Terciptanya pemerataan lapangan kerja dan usaha
" Pengembangan investasi di bidang agro industri, industri kecil
" Meningkatkan perluasan lapangan kerja.
B. Sarana kegiatan Disain dan Kontruksi Mesin-mesin Teknologi Tepat Guna Rp. 750.000.000,-
Mesin-mesin Produk Pertanian,Perkebunan,Perikanan dan Mesin Industri Kecil / Home Industri :
Pendirian kegiatan usaha rancang bangun mesin-mesin teknologi tepat guna ini di arahkan untuk
meningkatkan dan mengembangkan produk dari hasil usaha masyarakat dengan tujuan :
1. Tersedianya mesin-mesin teknologi untuk peningkatan produk-produk industri pertanian,perkebunan,perikanan dan industri kecil / home industri.
2. Peningkatan produksi dan penataan distribusi komoditas pertanian dalam upaya pemerataan pendapatan ekonomi masyarakat dan peningkatan daya saing.
3. Terciptanya pemerataan lapangan kerja dan usaha Pengembangan investasi di bidang agro industri, industri kecil
4. Meningkatkan kesempatan kerja dan usaha
C. Usaha Padat Karya Pengolahan Gaplek/Cassava Chips Rp. 200.000.000,-
Pendirian pengolahan gaplek atau cassava chip ini di peruntukan untuk membantu masyarakat dalam
meningkatkan perekonomian dari hasil perkebunan ketela pohon yang di miliki masyarakat yang
jumlahnya melimpah ruah dengan pendirian usaha tersebut juga bisa membantu menaikan harga dan
kualitas ketela pohon untuk peningkatan tarap hidupnya dari hasil penjualan ekspor.
c. Anggaran biaya kegiatan kerja tahap ketiga
1. Pengembangan sector Pariwisata Rp. 400.000.000,-
Potensi wisata disini cukup potensial untuk di kembangkan guna peningkatan perekonomian masyarakat sumber,dengan bantuan ini di harapkan bisa meng-impentarisir sector pariwisata yang potensial untuk di tingkatkan dan di kembangakan guna perkembangan perekonomian masyarakat dan PAD pemerintah setempat.
2. Pengembangan sector perikanan laut/nelayan Rp. 300.000.000,-
Bantuan ini di proyeksikan untuk meningkatkan sarana dan pra sarana kehidupan para nelayan yang masih tradisional untuk :
1. Peningkatan produksi dan penataan distribusi komoditas perikanan dalam upaya meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat dan peningkatan daya saing.
2. Pengembangan investasi di bidang perikanan laut
3. Pengembangan potensi pariwisata dalam upaya meningkatkan kesempatan kerja dan usaha