Growup Magz Forum :: Daftar forum yang dikirim berupa artikel atau pesan pendek berikut komentarnya.
KATAGORI
DETAIL FORUM
20070531151529, Dibaca : 166 Kali Share
Kasus kanker payudara pada pria memang lebih sedikit daripada kanker payudara pada perempuan, dengan perbandingan 1:100. Tapi bukan berarti hal tersebut bisa diabaikan karena justru kanker payudara pada laki-laki umumnya lebih agresif daripada kanker payudara pada perempuan. Ironisnya,bukan hanya karena ketidaktahuan tapi juga karena kekurangpedulian. Banyak laki-laki yang menganggapnya hanya sebagai benjolan biasa. Padahal setelah berkembang lebih lanjut dan diperiksakan ke dokter,tanpa diduga,benjolan tersebut merupakan kanker yang sudah mencapai stadium lanjut. Sebenarnya, laki-laki akan lebih mudah merasakan bila ada benjolan di payudara karena laki-laki tidak memiliki lapisan lemak yang tebal seperti pada perempuan.Di sisi lain, kecenderungan tumor payudara laki-laki untuk menjadi ganas juga disebabkan karena tidak adanya lapisan lemak tersebut. Kondisi ini memungkinkan kanker menyebar lebih cepat ke otot dinding dada dan kulit. Selain benjolan yang ternyata adalah kanker, ditemui juga kasus gynecomasty atau perkembangan berlebihan kelenjar payudara laki-laki. Dalam kondisi ini payudara terlihat membesar. Sebagian dari gynecomasty tadi dapat berubah menjadi kanker. Namun tidak smua payudara besar pada pria merupakan kanker. Hal yang perlu diperhatikan adalah apabila payudara membesar dan terdapat massa di dalamnya, atau benjolan kecil yang nampak pada puting susu. Hal lain yang juga penting untuk diperhatikan adalah pola makan karena penelitian kesehatan telah membuktikan 30% dari berbagai jenis kanker berhubungan dengan makanan sehari-hari. Deteksi dini kanker payudara dengan melakukan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri). Anjuran ini berlaku juga untuk laki-laki. Banyak RS di Indonesia yang telah dilengkapi berbagai alat seperti USG, sitologi dan mammografi. Namun dalam kasus kanker payudara pada pria, mammografi tidak dapat dilakukan karena dilakukan dengan cara menjepit lemak payudara. Untuk pengobatan kanker dapat dilakukan dengan banyak cara, mulai dari operasi, radiasi, kemoterapi hingga terapi hormonal. Untuk kanker payudara laki-laki, banyak ahli berpendapat lebih tepat menggunakan pengobatan dengan cara operasi. Mutasi onkogen atau pembelahan sel payudara yang tidak terkontrol dan menjadi peyebab kanker pada payudara perempuan dan laki-laki pada dasarnya sama, tetapi perlu diperhatikan bahwa faktor pemicu yang terdapat pada perempuan lebih banyak daripada laki-laki. Misalnya saja, haid pertama pada umur kurang dari sepuluh tahun merupakan salah satu resiko. Sebab pada usia belia tersebut tubuh mulai memproduksi hormon estrogen. Faktor-faktor resiko lain pada perempuan adalah menopause setelah usia 50 tahun, tidak pernah melahirkan anak, melahirkan anak pertama setelah usia 30 tahun, tidak pernah menyusui anak, pernah mengalami operasi payudara karena kelainan tumor jinak atau tumor ganas payudara, ataupun bila diantara anggota keluarga ada yang menderita kanker payudara.
© 2006-2009 Cianjur Online
about us - services - site map