Ibrahim bin Said menceritakan dari Abd. Al-Aziz Al-Qurasyi, dari sufyan, Muawiyah bertanya kepada Amr bin Al-Ahtam, ”Siapakah orang yang layak disebut paling pemberani ?” Dia menjawab, ”Orang yang membalas kejahilan dengan murah hati dan kesabaran.” ”Siapakah laki-laki yang paling tinggi kedudukannya ?” Dia menjawab ”Orang yang mengusahakan dunianya untuk kemaslahatan agamanya.”
Dalam atsar ini dijelaskan bahwa kedudukan tinggi seseorang tidak dilihat dari jabatannya dan rumah mewah, tetapi dilihat dari upaya yang sungguh-sungguh untuk kemaslahatan agamanya.
Dengan demikian alangkah merugi orang-orang yang menjual agama semata-mata karena harta benda yang cepat lenyap dan orang yang melepaskan agama karena syahwat yang fana, begitu juga orang yang meninggalkan agamaya karena jamuan makan malam yang sifatnya sementara. Pernyataan ini sesuai dengan pernyataan Imam Malik ketika ditanya ”Wahai Imam, siapakah orang yang hina ?” ia menjawab ”Orang yang menjual agama dengan dunianya.” Oleh karena itu, para ulama dan dai mengharapkan mereka yang telah menjual agama segera bangun dari tidur (sadar) dan kembali pada agama yang benar.